ada satu titik yang tak bisa berubah;
Rabu, 17 September 2025
Beberapa tak berubah
Kamis, 19 Agustus 2021
Minggu, 04 Juli 2021
Tentang Beberapa Mimpi
Di pertemuan terakhir ku, dan kamu tentunya, rasanya ada sesuatu yang belum selesai. Mungkin kah itu alasannya mengapa kamu selalu masuk kemimpi ku? Tak pernah menghampiri, namun selalu mendampingi, sampai sampai di mimpi pun sama. Pernah suatu pagi, bangun ku, rasanya ingin ku berlari menghampiri mu dan ku bilang semuanya, tapi nyatanya sudah ada batasan. Yaaa, percuma bukan, kamu berjuang mati matian di mimpi, nyatanya memang sejak awal sudah ada batasan?. Hah, lucu memang.
Kadang ku pikir sekali lagi, apa yang belum selesai? sampai-sampai serepot itu kamu masuk mimpi ku dan menjadi kan ku ragu. Ku tanya sekali lagi, tetap disetiap pertemuan seperti belum selesai. Mengapa begitu? pernah ku katakan ini soal waktu, tapi sudah bertahun-tahun lamanya, kau tetap diam disitu, mungkin memang mengecil, tapi bukan karna rasanya menciut, namun hatiku yang sudah lebih besar. Bukan kah pernah ku jelaskan, kamu punya tempat khusus disitu. Tak apalah, hanya aku dan kamu yang tahu, mungkin Tuhan juga.
Ku lihat kebelakang sekali lagi, jika memang ini semu, mengapa terasa nyata sampai ke relung, pernah juga aku menangis saat terbangun, dan ku ingat sekali lagi, batasan itu. Ah benci. Tapi pilihan tentang batasan sudah lama sekali untuk di bicarakan. Kamu memang tidak pernah benar benar mengakhiri, hanya aku yang memberi tahumu tentang batasan milikku, sampai saat ini aku seperti candu kepadamu?
Ku tegaskan lagi, jangan datang kemimpiku, hanya sekedar membuat ragu.
Peringatan keras. Namun, siapa kuasa atas aku ?
Tentang Bagian
Bagaimana jika kita dari awal memang bagian?
Bukan, bukan utuh lalu menjadi sebagian
Tapi memang bagian
Menjadi porsi penuh seperti penantian
Mungkinkah ada harapan?
Bagaimana mungkin bisa menjadi utuh?
Dari awal saja bukan hal yang dibutuh
Relung hati penuh keluh
Namun nyatanya tak pernah penuh
Begitu memang menjadi bagian
Rabu, 12 Agustus 2020
laki laki beralis tebal
Jika ia mengaku kesepian, mungkin tak ada yang mengira. Ia terlihat berjalan, bahkan mungkin berlari namun ia tau tujuannya sudah dicuri, ia menyebut dirinya baik-baik saja. Tapi ku lihat matanya memastikan, nampaknya ia berpura-pura. Ku lihat sekali lagi dimatanya, makin jelas ia butuh pelukan. Lalu terakhir ku lihat kembali dimatanya, ya, dia kesepian. Tak banyak yang tau, bahwa ia hancur dari segala sisi dirinya, ia tak pernah mengaku ataupun membagi kisahnya. Mungkin ia memang seperti itu, membangun sebuah rumah dihatinya jauh didalam sana, rumah yang sangat nyaman, sampai akhirnya ia membiarkan dirinya berada dalam kehangatan hatinya sendiri, menahan dinginnya di luar rumah. Tanpa ia pun tau, mungkin ada kehangatan lain di luar sana, tapi ia tetap tak mau meninggalkan kehangatan hatinya. Ia membisu, terdiam dan hanya memandang keluar jendela dari dalam rumahnya. Tak pelak ia akhirnya tenggelam dalam kesepian, yang tak ia sadari, ia buat sendiri.
Jika aku bertemu dengannya, perlukah aku menenangkannya? atau langsung ku peluk saja. Karna aku rasa ia cukup kedinginan, aku ingin memeluknya saja, tanpa harus ku tanya "perlukah ku peluk?". Ya, aku pun kedinginan.
Lalu ku periksa lagi, mungkin aku tadi mengatakan terakhir, tapi saat ku lihat lagi jauh ke dalam matanya ia menatap ku. Apa aku keliru?
Kesepian.
Ia kesepian, merasa kesepian. Kemudian aku bertanya "apakah kamu perlu istirahat?", tanpa perlu menanyakan apa ia baik-baik saja atau tidak. Aku lihat dari matanya.
Ia tak menjawab, hanya menatapku.
Selasa, 23 Juni 2020
Mungkinkah padam?
Memohon dengan nada penuh harap, meminta dengan penuh cemas agar janji nya di terima.
Janji begitu sakral atas apa yang telah ia janjikan.
Tapi akan kah ia bisa lupa pernah berjanji? Entah.
ku kira lelah tak datang
aku kira, kaki ini tak bisa lelah
atau raga ini tak bisa mengeluh
atau jiwa ini tak bisa meredup
nyatanya, hanya dalam satu hari semua berubah
dunia begitu cepat berputar
keadaan? jangan ditanya.
tak pelak seluruh jiwa raga jatuh begitu saja
hari yang tak disangka
hari itu juga yang tak bisa diterka
hari itu datang tak mengenal kata
hari itu tiba tanpa terbata
namun, semesta ga pernah bercanda
ia tau cara paling baik tuk mereda
agar dunia tak kembali berduka
ia tau cara paling tegar tuk kembali membuka
mencoba menerima
kemudian menjadi ikhlas
ya setelah berusaha
kita kan berserah, bukan pasrah
Kamis, 09 April 2020
little quotes.
salah siapa?
Jumat, 28 Oktober 2016
Dan lagi
Dan lagi..
Terjadi..
Peristiwa terpirih yang selalu..
Ini terjadi lagi.
Saat pengharapan sudah termakan rasa jenuh, siapa yang salah?
Terlalu tinggi harapan yang telah ku gantung, sampai langit pun tak kuasa menahannya.
Apa yang salah dari aku?
Sedih jadi terlalu.
Sedih jadi termulu.
Aku ingin ubah, tapi apa dayaku.
Aku ingin marah, tapi ini salahku?
Apa ini?
Ini yang sesungguhnya?
Atau karena sudah terbiasa lalu takut kembali tak biasa?
Benci jadi terlalu.
Aku ingin.. Berhenti jadi diri ini.
Jumat, 21 Oktober 2016
Semua meninggalkan.
Apa yang salah dalam hidup ini? Ya mungkin hidupku. Hanya hidupku. Rasanya semua berjalan baik. Sampai semua orang pergi dari sisi. Ya bukan sekedar pergi namun hilang ataupun tak nampak lagi.
Lagi lagi setelah mbah akung ku yang paling sayang dan penuh canda tawa terhadapku, tak lama tahun berselang ayahku. Ya ayahku, wali ku, surga kedua ku.
Hancur sudah separuh isi hati, hancur sudah segala dunia ku ini. Hampa aku tanpa mu lagi.
Dan kini dia disisi ingin ikut pergi...
Ya Tuhan, aku masih butuh mereka. Tapi mereka ingin pergi dari sisi. Ataupun lari dari diri.
Entah apa yang aku ingini dari dunia yang tak akan lama maengambil aku mati? Apa ini akhir dari hidup ini?
Aku ingin mati, mungkin jauh lebih baik.
Aku ingin hidup, mungkinkah jauh lebih baik?
Aku benci jadi diri sendiri. -dari anak penuh lara.
Senin, 18 Januari 2016
mimpikah ini?
Jumat, 28 Agustus 2015
Siluet Bertopi
Selasa, 07 Juli 2015
Alasan-
Jumat, 01 Mei 2015
Benci Terlalu
Lalu bagaimana kita tau banyak alasan untuk tetap disini sedangkan kita punya ratusan alasan untuk pergi.
Mengapa semua berbeda?
Dia memperlakukan masa lalunya dengan masa depannya?
Bukan kah tidak tau menau si masa depan akan hal masa lalu? lalu mengapa dia menjadi sosok yang begitu jauh beda dalam memperlakukan si masa depan dan masa lalunya?
Dia yang dulu menjadi sosok yang selalu memberi tanpa pamrih, berjuang dengan penuh harap menjadi sosok sebalik nya. Cuek tidak peduli.
Dia yang dulu menjadi sosok pencari, sekarang menjadi sosok dicari.
Dia yang dulu menjadi sosok penyemangat tanpa henti, sekarang disemangati.
Siapa kuasa memang atas hati?
Mengapa selalu luka lama yang itu itu saja menjadi kan perubahan drastis dimasa lalu? Tidak bisakah dia menjadi sosok dia pada saat sebelum patah? Tidak bisakah dia menjadi sosok sebelum harapan nya asa?
Apa salah masa depan, dia hanya ingin yang terbaik, tetapi masa lalu selalu mengacaukan nya.
Datang tanpa permisi, lalu pergi tanpa pamit,
Mengapa masa depan selalu tergoyah dengan bayang masa lalu, bukan kah jauh lebih baik untuk membangun masa depan dari pada sibuk mengobati masa lalu?
Lalu mengapa pula masa lalu menjadi prioritas utama, sedangkan masa depan mu menjadi cadangan?
Tidakkah kau perih menjadi si masa depan yang tidak tau bahkan tidak ingin tau apa isi masa lalu?
Tidakkah kau iba sedikit dengan masa depan yang sedang dan akan bersama mu?
Jangan jadikan sakitmu dimasa lalu membuat mu makin menjadi lemah, bukan kah masa lalu penguat untuk menjadikan dirimy lebih dari apa yang dirimu lakukan atas masa lalu mu?
Tidakkah perih masa depan, melihat mu bersikap sangat baik atas masa lalu mu, namun biasa akan masa depan mu?
Lalu salah kah masa depan terlalu mengharapkan mu?
Tidak pernah kah kamu berfikir bahwa sosok mu saat ini membuat si masa depan untuk benci saat melakukan hal yag "terlalu"?
Siap kah kamu menjadi SOSOK KAMU untuk masa depan?
Senin, 27 April 2015
Rusak
Pilu rasanya, melihat dengan mata sendiri dia menengok sebentar kebelakang, bukan, bukan untuk kembali hanya sapa manis. Apa sapa manis? apa yang dia rasakan ketika kita memergoki dia sedang asyik menengok? halah, apa pedulinya, yang ia tau hanya sekedar sapa manis. iya sapa manis, tanpa embel embel apapun.
Lalu siapa yang tau atas hati si masalalu, apa dia hanya menganggap sekedar sapa manis? atau mungkin dia berfikir masih ada rasa tertinggal dari si penengok? Apa pantas kita menegur lalu lupa? Apa pantas kita marah terhadap masa lalu? Apa pantas kita marah dengan diri sendiri?
Bukan itu, masalalu hanya penguji dan bahkan bisa jadi penguat. Tapi apabila berlebih akan menjadi boomerang untuk diri sendiri, tidak kah dia punya kaca? hanya untuk sedikit saja tau, bagaimana itu terjadi terhadapnya? Sederhana dalam menyikapi masa lalu jauh lebih baik, dari pada mengubur dalam luapan lupa, namun digali sedikit langsung berhamburan semuanya.
Tidak kah rusak setitik hati masa depan?
Kamis, 15 Januari 2015
cinta versi kamu
"sudah ratusan kali aku bilang, sudah puluhan kali kita ngomong berdua, tapi masih aja". Katamu selalu setiap aku menyinggung tentang masa lalu mu atau pertanyaan mengenai cinta mu padaku. Aaa. Rasanya sulit untuk membantahmu apabila ucapan mu selalu yang itu itu terus. Pertama kali kamu bilang, cinta itu gak harus bareng. "kalau kita bisa ngeliat orang yang kita cinta bahagia itu sudah lebih dari cukup." Ucapmu. Aku berani bertaruh ketika kamu mengatakan itu kamu berperang dengan hati kecilmu. Berperang terhadap keadaan yang memaksamu untuk meninggalkan dia. Level tertinggi dari omong kosong adalah hal yang diatas. Karna cinta bukan begitu.
Senja senja berganti. Manjadi pagi yang cantik, pagi dengan kilauan sinar matahari. "kenapa harus selalu masa lalu sih?" Marahnya. "aku capek tau tidak menjelaskannya". Kadang ini yang selalu menjadi awal perselisihan kami. Ya hal sepele. Dia banyak bilang, masa lalunya memang cantik dan tidak terlupakan. "tapi aku lebih indah sama kamu". Entah harus senang atau harus yang bagaimana. Dia selalu bilang aku dan mereka beda. Mungkin bisa lebih baik ataupun sebaliknya. Selalunya bilang "kamu percaya dong sama aku, aku gabakalan macem macem". Yayaya, kadang masalalu memang seperti alkohol apabila berlebih menjadi candu dan buruk.
"cinta itu gaada. Cinta itu cuma khayalan yang nyata itu aku sama kamu bareng bareng. Kamu berfikir gak sebenernya kita itu cuma "temen" ?". Rasa hati meringis mendengar itu. Lalu aku tanya maksud dari perkataan itu apa.
"iya kita cuma temen, temen yang saling sayang, temen yang saling peduli, temen yang saling butuh. Ya jadi nanti kalau memang kita ga jodoh ya tapi bukan maksudku berdoa seperti itu, kita bisa menjadi teman. Teman biasa." Akk mendengarnya seperti copot separuhku. Aku mengerti maksudnya agar memberikan cara cara terbaik dalam mengatasi segala macam hal yang akan terjadi nanti.
"makanya aku tuh gak pernah marah kalau kamu main, menengok masa lalu mu. Dan mengapa kamu juga tidak bisa begitu. Iya seperti aku. Aku bukannya tidak sayang tapi, kadang kita perlu merajut kembali menjadi teman. Bukan merajut ingin kembali".
Diujung malam.
"kenapa kamu selalu minta di prioritasin sih? Padahal kamu bukan prioritas aku. Masih ada keluarga aku, karir aku dan masa depan aku. Kamu memang bukan prioritasku, tapi tujuanku. Sudah ku tempatkanbkamu dihati ku disisi yang rapi. Jadi kamu tak perlu terlalu menuntuku seperti itu. Tanpa kamu menyuruhku memprioritaskan kamu, kamu memang selalu yang aku dahulukan."
Disenja berikutnya.
"kamu pernah berfikir gak, kalau kita pacaran itu cuma hubungan teman yang lebih, dan komitmen yang aku buat sama kamu. Dan kita juga yang buat hukumannya kalau kita gak bisa jalanin. Dan juga bukan komitmen yang memang harus kita jalanin. Pacaran itu untuk seneng seneng maksudnya senang dalam arti baik. Jadi kamu gak perlu cemburu, gak perlu nangis, dan gak perlu menuntut. Kalau aku memang menyayangi mu, tanpa kamu minta pasti aku lakukan".
Lalu tanpa semua itu, kita itu apa? Dan untuk apa?. Lalu tidak boleh dong kita terlalu cinta, kalau udah tau akan sakit, sudah tau akan pahit, lalu tidak ada juga "cinta kasih suci murni abadi setia selamanya" lalu untuk apa kita begini. Hubungan yang bagaimana?
"Yaa semua hak kamu, kamu mau terlalu cinta dan pepatah cinta kasih suci bla bla bla mu itu kepadaku atau tidak."
Apa landasan kita bertahan kalau semua itu gak ada. Tidak ada cinta, tidak ada pengorbanan, hanya logika? Atau khiasan? Jadi kita itu apa?
"landasan aku bertahan cuma aku percaya kamu bakalan terus sama aku selamanya. Kamu juga percaya kan sama aku? Sesederhana itu."
"makanya aku bilang, kamu gak perlu repot repot untuk menjaga hati aku, dengan cemburu lah, overprotect, dan lainnya sesuka kamu. Kamu itu cuma perlu jaga hati kamu untuk terus buat aku. Dan aku pun begitu. Jadi apa lagi yang harus kamu khawatirkan sayang? Dengan kamu terlalu cemburu dan menuntutmu hanya akan membuat mu sakit sendiri, dan itu cara egoismu mencintai dirimu sendiri. Tanpa berfikir, adanya aku dan hati ku ini. Mending kita menikmati masa masa kita sat ini. Masa masa dimana kita merajut sesuatu untuk dipakai bersama."
Sesederhana itu dia memandang cinta, dan sedewasa itu dia mendewasakan hubungan. Karna yang terpenting bukan seberapa lama kita bertahan, tapi seberapa dalam kita jatuh dan cinta kedalam hati yang sama berulang kali. Karna cinta memang harus memiliki. Karna kalau cinta tak harus memiliki, lalu cinta yang memiliki disebut cinta yang bagaimana?
Tanpa sadar, kita selalu mencari yang lebih atau membandingkan yang sekarang dengan dulu. Tapi bukan itu tujuan mencintai, dia yang tulus memberi dan menerima itu yang harus dipertahankan. Karna kita bukannya tidak bisa move on ke hal yang baru tapi kita tidak mau move on. Karna masa lalu yang selalu muncul hanya pembiasaan yang terus terjadi berulang ulang sampai pada akhirnya kamu berhenti menjalani pembiasaan mu itu. Jatuh memang mudah, tapi bangkit perlu keberanian dan kerelaan. Merelakan pembiasaan yang indah, menjadi pembiasaan baru yang mungkin sedikit atau sulit. Jatuh boleh. Tapi jangan terlalu lama menikmati jatuhmu, karna kamu akan melewatkan seseorang yang selalu menunggu senyum indahmu bukan tangismu.
Demi aku yang memilihmu, terima kasih telah mendewasakan ku, membuatku memiliki cinta yang kuat. Dari yang berdiri di sampingmu.-ena
Senin, 03 November 2014
cinta?
lalu.. Apa bedanya cinta dengan obsesi?
penyakit yang selalu mendera ketika kita terlalu cinta atau terlalu butuh atau terlalu tak ingin lepas? Jadi sebenarnya cinta itu nyata? Atau hanya sekedar perasaan yang memang kita buat?
cinta cinta cinta... Semua orang berebut untuk mendapatkannya. Jangankan untuk berusaha mendapatkannya. Membayangkannya saja banyak membuat orang menjadi gila. Lalu sebenarnya apakah cinta itu keingian atau kebutuhan? Bukti cinta itu keinginan ditunjukan dengan obsesi untuk mendapatkan apa yang kita cintai menjadi milik kita, tapi adapun bukti cinta sebagai kebutuhan atas kamu dengan keluarga dan Tuhan mu.
pantaskah cinta itu dihentikan saat indahnya terasa walaupun terselip penyayatan ?
bukti bahwa cinta ada memang harus diciptakan bukan? Lalu apa bentuk cinta yang telah diberikan? Cinta bentuk apa yang ingin kau wujudkan? Bukan hanya sekadar pengisi hatimu saat kau butuh saja bukan?
semoga pengharapan atas cintaku dengan apa yg kau berikan atas aku sama. Semoga.
Jumat, 08 Agustus 2014
masa lalu
Memang kita tidak seharusnya membenci masa lalu pasangan. Karna ketika kuta berusaha merubah. Itu sama sekali tidak merubah apapun dimasa lalu. Malah menjadi luka kita sendiri.
Banyak luka tentang masa lalu akibat mereka masih saling menjalin ikatan. Ikata memori atau pun hati. Tapi seharusnya si yang punya masa lalu jangan terlalu hanyut dengan indahnya masa lalu. Karna masa lalu hanya indah pada masa itu. Bukan sekarang.
Jadi jaga hatimu atas masa lalu mu. Karna masa lalu bisa menjadi bom waktu yang entah kapan seseorang yang tidak mengerti akan masa lalu mu muak dibuatnya dan akan meledak pada waktunya. Bukan karna masa lalunya tapi karna perlakuan terhadap masa lalu tersebut.
Kamis, 19 Juni 2014
catatan mini
pernahkah kau merasa hal ini terjadi kepadamu? Saat orang yang benar benar kau percaya dan dia satu satunya yang bisa membuatmu bicara banyak tentang dirimu lalu dia sibuk dengan dunia nya dan menyampingkan dirimu sebentar?
aku tau mungkin beberapa dari kalian hanya bisa menjawab dan mengatakan "sabar aja". Tapi sabar ga semudah apa yang diucapkan dengan sabar.
aku sempat berfikir, apakah dia tidak bisa merasakan bagaimana dia tanpa aku? Apakah tidak ada kegelisahan dalam hatinya saat aku jauh? Apakah berwarna hidupnya sehari tanpa aku?
sedangkan aku disini bersikap tang bertolak belakang darinya. Aku mati matian untuk menjadi orang penyabar dan berusaha untuk menghubunginya sampai saat nya aku hanya dapat kata maaf dan sikap cuek nya. Halah kadang aku bosan, aku cuma bertanya tanya pada hatiku, tak bisa kah dia menjadikan aku satu satunya seperti laki laki lain yang selalu ingin jadi pertama tau apa kabar wanitanya hari ini besok dan seterusnya?.
Kadang yang kita harapkan mungkin tak akan selalu kita dapatkan 😅
love is struggle, but to keep your love, you must be a struggler!
Minggu, 15 Juni 2014
satu
pahit.
rasa itu selalu hadir. Apabila mata ini belum lelah untuk diminta dipejamkan. Bayang bayang penuh rasa aneh saat memang dia tidak memperjuangkan mu. Dia beda saat dia berdiri yang katanya lebih tegak dari sebelumnya, padahal dia sendiri tidak lebih berdiri tegak dari sebelumnya kepada ku.
pamrih? Bukan. Hanya saja rasa ini menyiksa sendiri. Dulu mungkin ia tanpa diminta memberikan kejutan manis walaupun tak ada yang perlu untuk dirayakan. Mungkin juga dia tiba tiba datang membawa apa yang kamu inginkan tanpa kamu minta. Mungkin dulu dia lebih "bertanggung jawab" saat dia dan yang lain pergi bersama. Mungkin juga dia jauh bisa merasakan keinginan yang lain untuk tetap tau apa yang lain butuhkan tanpa perlu menanyakan apa yang lain butuhkan.
sedih pasti. Kecewa iya. Tapi Marah untuk apa? Untuk alasan yang bagaimana dan dari segi saya siapa? Bukannya mau keindahan dulu terulang. Hanya saja mungkin aku sama dengan kebanyakan yang lain. Ingin lebih dikepo,peka dan di jadikan satu satunya.
apa dia serius? Ini serius? Ini dewasa? Atau ini hanya sebuah ambisi yang terpecahkan dan sudah diatas ya dia menjadi sombong untuk memperjuangkannya lagi karna mungkin dia merasa perjuangannya cukup. Padahal perjuangan sesungguhnya adalah seberapa mampu bertahan tetap diatas?
saya tidak percaya karma,tapi hukum timbal balik. Karma terlalu sakit untuk diucapkan ataupun dirasakan.
tapi yang jelas aku mau jadi 👩 yang selalu di nomorsatukan dibanggakan dieluhkan dan diperjuangkan untuk menjadi satu satunya.
atau mungkin tidak ada keseriusan? Atau memang sengaja mencari untuk pencapaian terakhir keseriusan?
entah. Tapi aku tau satu pasti. Dia orang yang dikirimkan tuhan saat ini untuk menemani saya. Syukuri.