salah siapa?
Kamis, 09 April 2020
little quotes.
salah siapa?
Jumat, 28 Oktober 2016
Dan lagi
Dan lagi..
Terjadi..
Peristiwa terpirih yang selalu..
Ini terjadi lagi.
Saat pengharapan sudah termakan rasa jenuh, siapa yang salah?
Terlalu tinggi harapan yang telah ku gantung, sampai langit pun tak kuasa menahannya.
Apa yang salah dari aku?
Sedih jadi terlalu.
Sedih jadi termulu.
Aku ingin ubah, tapi apa dayaku.
Aku ingin marah, tapi ini salahku?
Apa ini?
Ini yang sesungguhnya?
Atau karena sudah terbiasa lalu takut kembali tak biasa?
Benci jadi terlalu.
Aku ingin.. Berhenti jadi diri ini.
Jumat, 21 Oktober 2016
Semua meninggalkan.
Apa yang salah dalam hidup ini? Ya mungkin hidupku. Hanya hidupku. Rasanya semua berjalan baik. Sampai semua orang pergi dari sisi. Ya bukan sekedar pergi namun hilang ataupun tak nampak lagi.
Lagi lagi setelah mbah akung ku yang paling sayang dan penuh canda tawa terhadapku, tak lama tahun berselang ayahku. Ya ayahku, wali ku, surga kedua ku.
Hancur sudah separuh isi hati, hancur sudah segala dunia ku ini. Hampa aku tanpa mu lagi.
Dan kini dia disisi ingin ikut pergi...
Ya Tuhan, aku masih butuh mereka. Tapi mereka ingin pergi dari sisi. Ataupun lari dari diri.
Entah apa yang aku ingini dari dunia yang tak akan lama maengambil aku mati? Apa ini akhir dari hidup ini?
Aku ingin mati, mungkin jauh lebih baik.
Aku ingin hidup, mungkinkah jauh lebih baik?
Aku benci jadi diri sendiri. -dari anak penuh lara.
Senin, 18 Januari 2016
mimpikah ini?
Jumat, 28 Agustus 2015
Siluet Bertopi
Selasa, 07 Juli 2015
Alasan-
Jumat, 01 Mei 2015
Benci Terlalu
Lalu bagaimana kita tau banyak alasan untuk tetap disini sedangkan kita punya ratusan alasan untuk pergi.
Mengapa semua berbeda?
Dia memperlakukan masa lalunya dengan masa depannya?
Bukan kah tidak tau menau si masa depan akan hal masa lalu? lalu mengapa dia menjadi sosok yang begitu jauh beda dalam memperlakukan si masa depan dan masa lalunya?
Dia yang dulu menjadi sosok yang selalu memberi tanpa pamrih, berjuang dengan penuh harap menjadi sosok sebalik nya. Cuek tidak peduli.
Dia yang dulu menjadi sosok pencari, sekarang menjadi sosok dicari.
Dia yang dulu menjadi sosok penyemangat tanpa henti, sekarang disemangati.
Siapa kuasa memang atas hati?
Mengapa selalu luka lama yang itu itu saja menjadi kan perubahan drastis dimasa lalu? Tidak bisakah dia menjadi sosok dia pada saat sebelum patah? Tidak bisakah dia menjadi sosok sebelum harapan nya asa?
Apa salah masa depan, dia hanya ingin yang terbaik, tetapi masa lalu selalu mengacaukan nya.
Datang tanpa permisi, lalu pergi tanpa pamit,
Mengapa masa depan selalu tergoyah dengan bayang masa lalu, bukan kah jauh lebih baik untuk membangun masa depan dari pada sibuk mengobati masa lalu?
Lalu mengapa pula masa lalu menjadi prioritas utama, sedangkan masa depan mu menjadi cadangan?
Tidakkah kau perih menjadi si masa depan yang tidak tau bahkan tidak ingin tau apa isi masa lalu?
Tidakkah kau iba sedikit dengan masa depan yang sedang dan akan bersama mu?
Jangan jadikan sakitmu dimasa lalu membuat mu makin menjadi lemah, bukan kah masa lalu penguat untuk menjadikan dirimy lebih dari apa yang dirimu lakukan atas masa lalu mu?
Tidakkah perih masa depan, melihat mu bersikap sangat baik atas masa lalu mu, namun biasa akan masa depan mu?
Lalu salah kah masa depan terlalu mengharapkan mu?
Tidak pernah kah kamu berfikir bahwa sosok mu saat ini membuat si masa depan untuk benci saat melakukan hal yag "terlalu"?
Siap kah kamu menjadi SOSOK KAMU untuk masa depan?